Sosial

Objectively integrate emerging core

Demi Membantu Sesama, Komunitas Ojol ini Berjalan Kaki ke Lokasi Korban Bencana Banjir Bandang

11 January 2020 oleh Admin


Kordinator aksi penggalangan dana komunitas ojol se-Parung, Bogor, membarikan bantuan kepada korban banjir bandang di Pasir Madang, Cigudeg, Bogor, Sabtu (11/1/2020)

Anakbangsa, Bogor

Pada hakikatnya, manusia adalah mahluk sosial. Dan beruntunglah menjadi orang Indonesia. Sebab, dari jaman dahulu hingga sekarang, sifat sosial menjadi bagian dari kehidupan berbangsa dan bernegara. Budaya untuk saling membantu dan tolong menolong kepada sesama sudah menjadi tradisi anak bangsa.

Ketika sebuah kelompok masyarakat sosial memiliki kesadaran bersama untuk menyatukan visi dan misi kemanusian, jadilah sebuah komunitas sosial. Ya, komunitas apapun. Salah satunya komunitas ojek online.

Komunitas ojek online sudah banyak. Hampir tiap kelurahan se-Indonesia ada komunitasnya. Mereka punya tradisi sosial yang unik. Di luar aktivitas mencari rejeki (ngebid), berbagai komunitas ojol memiliki banyak aktivitas sosial kemasyarakatan.

Tak hanya tradisi membantu sesama rekan mereka seprofesi yang mengalami musibah, seperti kecelakaan atau keluarganya ada yang meninggal, komunitas ojol juga memiliki tradisi peduli pada bencana. Apalagi bencana dengan skala nasional, jiwa sosial mereka langsung tergerak.

Cari uang untuk kebutuhan dapur keluarga memang penting. Membantu orang sedang kesusahan pun juga mereka utamakan. Tak peduli dari suku mana, agamanya apa, status sosialnya gimana, komunitas ojol tak pandang bulu untuk membantu mereka yang sedang mengalami kesasahan.

Yang dilakukan komunitas ojol dengan nama Lintas Parung, Djampang, Lintas Kemang Raya, Saudara Gosend Jabodetabek ( SGJ) dan lain-lainnya ini memiliki tradisi sosial penggalangan dana buat korban bencana.

“Kami turun ke jalan, ke perempatan, ke basecamp-basecamp ojol dan komunitas lainnya, mengumpulkan dana semampu mereka. Kami tidak memaksa. Kami juga menyisihkan sebagian rejeki kami dari ngebid untuk membantu korban bencana,” ujar Ahmad, kordinator aksi bantuan demi masyarakat Pasir Madang, Cigudeg, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (11/1/2020).

Seperti diketahui, bencana banjir bandang dan tanah longsor melanda berbagai daerah di Bogor dan daerah perbatasan Banten awal tahun 2020 ini.

“Bencana ini sungguh membuat kami semua prihatin. Kami tergerak untuk bisa menolong korban bencana. Ya, semampu kami,” cetus Ahmad.

Menurut Ahmad, kegiatan penggalangan dana ini memang sudah beberapa kali dilakukan komunitasnya. Tak hanya untuk korban bencana alam saja. Tapi juga buat warga yang sedang kena musibah, warga yang sakit dan tak mampu secara keuangan.

“Udah tradisi di ojol sih. Kita tetap cari uang buat keluarga, tapi kami terpanggil saat ada orang yang butuh bantuan. Semaksimal mungkin kami akan membantu. Bisa secara materi atau tenaga,” ujar Ahmad.

Menurut Ahmad, kegiatan penggalangan dana ini tidak mengganggu kebutuhan mereka mencari nafkah. Mereka secara bergantian turun ke jalan.

“Misalnya, pagi ini saya dan beberapa teman turun ke jalan untuk penggalangan. Teman-teman yang lain ada yang datang siang karena mereka ngebid cari uang dari subuh. Setelah mereka datang, terus gentian kami yang ngebid, sampai malam, pulang dan istirahat,” terang Ahmad.

Aksi penggalangan dana ini, lanjut Ahmad, sudah dimulai sejak pekan kemarin. Hingga hari ini, Sabtu (11/01/2020) uang hasil penggalangan sudah mencapai 1.690.700. Rencananya uang sebanyak itu disalurkan untuk korban banjir bandang di daerah Pasir Madang, Cigudeg dalam bentuk makanan dan minuman. Meski kawasan itu tidak bisa dilalui kendaraan, mereka tetap nekat menjangkau lokasi dengan berjalan kaki.

“Perjalanan untuk sampai ke lokasi sekitar 2 jam. Kondisi di sana sangat memprihatinkan. Maka kami berencana menyiapkan bantuan beras dan mi instan, roti yang dikemas dalam paket-paket siap dimasak," tandasnya.(Irfan Sun/WRC Tekab Tangsel)